Melihatmu…setelah sekian lama
berbalut merah yang kau kenakan
hingga krudung merah yang menghiasi wajahmu
wajah yang sudah lama tak ku pandang
sudah lama tak ku ingat
memandangmu meski tak hingga sedetikpun
meski hanya sekilas pandang,
bagai petir yang menyambar bumi
bagai klebatan bayangan malam
senyum sapa yang kau ucapkan
menggugah kenangan hati yang telah lama berlalu
sosok yang pernah bersemayam di hati
sosok yang pernah mewarnai hidup
biarlah aku simpan bayangmu bersama semua kenangan yang tercipta di antara kita
biar lah menjadi bagian indah dala hidup..
sahabat
Sahabat……
jika matamu berat tuk memandang aku..
maka ringankan lah kaki mu tuk pergi dariku….
jika bibir mu terpaksa senyum pada ku…
maka relakan lah wajah mu tuk berpaling dariku….
Sahabat…..
jika susah kamu melupakan kesalahan ku..
senangkan lah lidah mu tuk menghina aku…
Tapi……
Andai suatu hari nanti telinga mu mendengar bertita kematian ku….
Maka ikhlaskan lah tangan mu mengusung jenazah ku dan bisikan ke telinga ku bahwa kamu telah mema’afkan ku…..
Dan semoga kalimat terakhir itu menjadi pelita di kamar gelap ku…serta menjadi bantal selama akhir hidup ku….
dilemaku
ku berjalan dalam kehampaan
dengan bahagia dalam
sebuah tangisan..
terdiam dalam harapan kosong..
ku cba belari
mengejar waktu
berharap waktu dapat merubah segalanya..
tapi sudah tak mungkin lagi..
berharap tak membuatku mendpatkannya..
terdia tak membuatku lepas dari bayanannya..
barlri tuk mangejarnya,,juga sudh tk mungkin lagi..
begitu dalam akan arti sebuah rassa yng melekat dalam sebuah hati..
hatiku akan selalu menemanimu…
menemanimu menggapai impian yang kau gapai dalam dunia lain..
q tak tau ampai kapan aku harus begini..
ku hanya bisa meratapi dilema yg menghantuiku selama ini.
PILUKU
Kupandangi langit malam yg gelap bertabur bintang, seperti taburan bayang mu yg menatap ku.
Jika bintang hanya sekedar bintang, kenapa ingin ku gapai dan ku dekap. Jika hati ini hanya sekedar hati, kenapa rindu ini semakin berat untuk mu.
Mungkin karena diri ku dan dirimu saling menjauhi, atau mungkin hanya diriku yang menjauhimu. Maaf, jika aku bersalah.
Tp kini ku tak sanggup tuk mendekatimu, hanya karena menghargai perasaan mu dan dirinya, Setelah ku tahu rasanya sakit dari diri mu, mungkin rasa iri, cemburu, dan rindu selama 3 tahun kita saling mengenal.
AHmm… Tapi, hati ku ini takkan pernah menjauhi dirimu bahkan tuk melupakanmu. Karena nama dan wajahmu telah kau toreh kan dalam-dalam di hati ini.
Ku sadar siapa diriku dan siapa dirimu, ku tak bermaksud tuk memaksa dan ku ingin kau tahu. Hati ini masih untukmu entah sampai kapan
kecewa
kau bilang kau mencintai ku
kau bilang kau menyayangi ku
sungguh aku merasa bahagia mendengar semua itu
aku kira semua ucapan mu itu tulus dari hati mu
kau bilang mau menerima aku apa adanya
kau bilang walau pun berjuta wanita di samping mu namun hanya aku yang dekat di hati mu,,,
kau mengisi kekosongan hati ku
kau memberi warna di hari2 ku,,
namun semua itu berlalu begitu saja tanpa kau jelaskan mengapa kau pergi… dan yang ku rasakan hanya kecewa pada mu…
suatu saat nanti semoga kau dapat merasakan betapa besar rasa sayang ini untuk mu…..
cinta. . . .
puisi terakhirku
sepi……
tada kata menghampiriku
meski cinta tlah ku biarkan
hadr di hidupumu
bisu……
tanpa kau sadari
kebisunmu tlah menyiksa batinku
cinta…….cinta……..cinta……
hadirmu semu bagiku
ketika ku ingin melupakanmu
kau hadir beri harapan tuk raih
cintamu
namun aku lelah
lelah tuk mengejar harapan itu
aku akan pergi dari hidupmu
membawa luka yang tlah kau torehkan padaku
kini……….
ucapan SELAMAT TINGGAL
adalah puisi terakhirku